Selasa, 17 Maret 2015

Salah Jurusan, Salah Pilihan? – Cintaku Di Kampus Biru

Hey teman-teman, Adakah dari kalian yang pernah berfikir kalau kalian “salah jurusan dan salah pilihan sewaktu kuliah?”. Dalam tulisan saya kali ini, sebenernya saya mau curhat tentang apa yang saya rasakan dan apa yang selalu mengganjal dihati saya.

Iya, saya adalah seorang Engineer dengan cita-cita masih menjadi seorang Sastrawan. Lho, kenapa tidak menjadi seorang Sastrawan, kok palah mengambil Jurusan Teknik? – Mungkin alasannya hampir sama dengan beberapa teman-teman yang lainnya yaitu karena Orangtua saya tidak mengizinkan saya menjadi Sastrawan. Pada SMPTN tahun 2011 lalu, orangtua saya menyarankan saya untuk mengambil Jurusan Teknik atau Kesehatan. Oh My God! Sebagai anak yang mencoba berbakti kepada orangtua, akhirnya saya nurut deh buat ambil Jurusan Teknik di Universitas Gadjah Mada dan di UB. Demi apapun, waktu itu tidak ada semangat buat saya kuliah dengan Jurusan Teknik, terlebih lagi di kota Malang (yah, dulu nggak mau di Malang gegara nantinya kalo pulang ke kampung halaman mungkin satu semester sekali). Kenapa tidak mengambil Jurusan Kesehatan saja? Saya adalah orang yang terkadang acuh dan tidak perduli kepada orang-orang yang tidak saya kenal, menjadi seseorang yang bekerja pada dunia medis pasti tidak akan pernah luput dari yang namanya pasien, rumah sakit dan apapun yang berhubungan dengan kesehatan serta harus mempunyai jiwa sosial yang tinggi, tidak egois seperti saya. Yuhu~.

Hanya perasaan tidak nyaman dan  tidak tenang yang saya rasakan sewaktu menunggu pengumuman hasil SMPTN dulu. Kenapa? Takut tidak diterima? Sebenernya sih bukan karena takut tidak diterima, lebih tepatnya takut jika diterima di universitas yang ada di Malang dan saya akan jauh dari keluarga saya. Sampai pada suatu ketika, kakak saya memberikan masukan kepada saya untuk tidak memberitahu hasil SMPTN kepada kedua orangtua saya Hehehe, ide yang bagus.

Sebenernya waktu itu saya juga sudah diterima dan membayar biaya masuk di salah satu Universitas dengan Jurusan Teknik Sipil. Tetapi apadaya, hati ini tak sampai untuk sampai di Universitas tersebut.

Pada UM (Ujian Masuk) Program Diploma Tiga di UGM, yah… iseng-iseng daftar deh dan Alhamdulillah diterima. Dengan senang hati saya lebih memilih untuk kuliah di D3 Teknik di UGM. Lho, kok palah milih yang D3 bukannya yang S1? Yahhh..Karena saya lebih nyaman di UGM dari dulu saya ingin menjadi bagian dari UGM!.

Diawal-awal kuliah masih dengan cita-cita menjadi seorang sastrawan dan keyakinan bahwa saya salah jurusan, saya menjalani masa-masa kuliah dengan tidak ada niatan dan tidak sungguh-sungguh. Ahhh tau ah~. Hingga pada suatu saat berjanji kepada teman saya -Coce- bahwa saya akan berubah untuk masa depan saya sendiri, orangtua, saudara serta orang-orang yang menyayangi saya. Tapi yah, tidak semudah kata-kata, karena hal yang sangat sulit untuk saya berubah adalah keyakinan dari hati saya sendiri.

Mungkin jalan saya memang disini, dengan apa yang telah digariskan oleh Tuhan, dengan mengikuti saran orangtua saya. Yakinlah jika Tuhan telah merencanakan yang terbaik untuk saya. Tidak ada yang namanya salah jurusan ataupun salah pilihan. Sampai akhirnya pada semester empat…. Cintaku di kampus Biru, Mochi^^

Hey? Apakah cita-citamu sudah berubah? Apakah tidak ada lagi keinginan menjadi seorang Sastrawan serta belajar semua hal tentang Jepang dan Spanyol? Hmm.. Tidak akan pernah saya melupakan cita-cita yang telah ada semenjak saya masuk Sekolah Menengah Pertama. Ganbatte!
Hey? Terus sekarang apa rencanamu, Pang? Yuhu~, Saat ini saya ingin dan sangat-sangat ingin untuk bisa melanjutkan kuliah saya lagi di UB-Malang, yah, itung-itung buat membahagiakan orangtua saya yang dari dulu menginginkan saya untuk kuliah disana. Maklum, hidup di keluarga orang teknik. (--__--). Semoga di tahun 2015 ini SAYA BISA !! Kalo tidak bisa? Ya, usaha dulu dong.

Sorry, jika tulisan ini membosankan  dan hanya berisi curhatan-curhatan yang tidak mutu buat kalian ^^.

-Masa depanmu adalah apa yangkamu pikirkan. Semua yang kamu pikirkan adalah apa yang akan terjadi dihidupmu. Jika hal itu tiak terjadi? Mungkin Tuhan telah menyiapkan hal lain yang lebih indah dari apa yang kamu pkirkan utuk masa depanmu. Tetap berfikir posif, bahagia dan sakit adalah sugesti. Semangat!-


SORRY banyak typo ! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar